Friday, January 20, 2012

Sosiologi dalam kehidupan Masyarakat

A.     Konsep-konsep dasar Soiologi

1.      Perkembangan Sosiologi

Ilmu sosial lahir pada tahun 1842 yang dirintis oleh "Auguste Comte" dari Perancis melalui bukunya"Positive Philosophy".Fokus kajiannya adalah segala bentuk kehidupan masyarakat. Oleh karena jasanya yang besar,ia disebut Bapak SosiologiTokoh-tokoh sosiologi berikutnya adalah Herbert Spencer (Inggris),Karl Max dan Max Weber (Jerman),Pitrim A.Sorokan (Rusia),Vitredo Pareto (Italia),C.H Cooley dan Laster F. Ward (USA),Emile Durkheim (Perancis).Di indonesia,sosiologi baru diperkenalkan tahun 1948 oleh Prof. Sunario Kolopaking di UGM.Kemudian disusul oleh tokoh-tokoh lainnya,yaitu Mr. Djody Gondokusumo,Hassan Shadily,MA.Mayor Polak,Satjipto Raharjo,Soerjono Soekanto,Selo Soemardjan,dan sebagainya.

a.       Beberapa konsep dasar sosiologi menurut para sosiolog.
                                                               i.      G.A. Lunberg:Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku sosial orang-seorang dan kelompok.
                                                             ii.      Roucek and Warren:Sosialogi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal-balik antar manusia dalam masyarakat.
                                                           iii.      Bierens De Haan:Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari pergaulan hidup manusia dalammasyarakat.
                                                           iv.      Prof. Selo Soemardjan:Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial,proses sosial, dan perubahan-perubahan sosial.Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur- unsur sosial yang pokok,yaitu kaidah-kaidah sosial,lembaga-lembaga sosial,kelompok- kelompok sosial,dan lapisan soial.Proses sosial adalah pengaruh timbal-balik dari berbagai segi kehidupan sosial (ekonomi dan politik,hukum,dan agama).
                                                             v.      Pitirim A.Sorokin:Sosialogi adalah ilmu yang me,pelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial,hubungan dan pengaruh gejala sosial dengan non  sosial,dan ciri-ciri umum dari semua jenis gejala sosial.
                                                           vi.      Auguste Comte (Bapak Sosiologi):Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi manusia di dalam masyarakat (antarndividu,antar individu dan kelompok,dan antara kelompok dan kelompok.
                                                         vii.      Anthony Giddens:Sosiologi adalah studi tentang kehidupan sosial antar manusia,kelompok, dan masyarakat.

2.      pengertian Sosiologi

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai bidang kehidupan yang berguna. Kehidupan bersama itu dapat dilihat dari beberapa segi. Misalnya dilihat dari aspek hukum.

Aktivitas sosial itu terjadi karena adanya aktivitas dari manusia dalam hubungannya dengan manusia lain.

Jadi, dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan bentuk utama dari proses sosial. Keseluruhan kebiasaan yang dimiliki manusia di bidang ekonomi, kekeluargaan, pendidikan, agama, politik, dan sebagainya harus dipelajari oleh setiap anggota baru masyarakat melalui suatu proses yang dinamakan sosialisasi. Menurut Berger, sosialisasi sebagai proses melalui bagaimana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Beberapa teori sosialisasi menurut para ahli sosiolog adalah sebagai berikut:
a.      Teori George Herbert Mead

Menurut Mead setiap anggota baru harus mempelajari peran-peran yang ada di dalam masyarakat yaitu suatu proses yang dinamakan pengambilan peran. Dalam proses ini seorang belajar untuk mengetahui peran yang harus dijalankan serta peran yang harus dijalankan orang lain. Jadi diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain.

b.     Teori Charles H. Cooley

Menurut Cooley, seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain melalui tiga tahap, yaitu:

1.      Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadapnya.
2.      Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya.
3.      Seseorang mempunyai perasaan apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya.

Ia menganalogikan antara pembentukan diri seorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin. Misalnya seseorang siswa memperoleh nilai rendah dalam ujian, ia merasa bahwa para gurunya menganggapnya bodoh, maka ia kurang dihargai dan siswa tersebut menjadi murung.

B.      Metode-Metode Sosiologi

Metode Sosiologi dibedakan menjadi dua antara lain :

 

a.       Metode kualitatif mengutamakan bahan atau hasil pengamatan yang sukar diukur dengan angka atau ukuran yang matematis meskipun kejadian itu nyata dalam masyarakat. Beberapa metode yang termasuk dalam metode kualitatif adalah sebagai berikut.

 

                                           i.      Metode historis, yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.

 

                                         ii.      Metode komparatif, yaitu metode pengamatan dengan membandingkan bermacam-macam masyarakat serta bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang perilaku suatu masyarakat pada masa lalu dan masa mendatang.

 

                                       iii.      Metode studi kasus, yaitu suatu metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga, ataupun individu-individu. Alat-alat yang digunakan dalam studi kasus adalah wawancara (interview), pertanyaan-pertanyaan atau kuesioner (questinnaire), daftar pertanyaan, dan teknik keterlibatan si peneliti dalam kehidupan sehari-hari dan kelompok sosial yang sedang diamati (participant observer technique).

 

b.     Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif adalah metode statistik yang bertujuan untuk menggambarkan dan meneliti hubungan antarmanusia dalam masyarakat secara kuantitatif. Pengolahan data secara statistik banyak dilakukan para ahli ilmu sosial untuk data yang bersifat angka (data kuantitatif). Pengolahan data dengan menggunakan statistik tidak berarti menuntut seseorang menjadi ahli statistik. Penggunaan statistik dalam sosiologi tidak harus menggunakan teknik statistik tinggi. Pengolahan data statistik dapat dilakukan secara sederhana. Kemampuan untuk mencari nilai rata-rata (mean, mode, median) atau dengan menggunakan tabel Distribusi Frekuensi, telah dapat dan biasa Anda lakukan. Di sekolah, Anda juga telah belajar keterampilan matematis yang berguna untuk membantunya dalam mengolah data secara statistik.

 

Di samping metode-metode tersebut, masih ada beberapa metode lain, yaitu sebagai berikut.

                                           i.      Metode deduktif, yaitu metode yang dimulai dari kaidah-kaidah yang berlaku umum untuk kemudian dipelajari dalam keadaan yang khusus.

 

                                         ii.      Metode induktif, yaitu metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih luas atau bersifat umum.

 

                                       iii.      Metode empiris, yaitu suatu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan nyata di dalam masyarakat.

 

                                       iv.      Metode rasional, yaitu suatu metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan.

 

                                         v.      Metode fungsional, yaitu metode yang digunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga sosial masyarakat dan struktur sosial masyarakat.


C.      Konsep Realitas Sosial

Realitas social budaya mengandung arti kenyataan-kenyataan social budaya di sekitar lingkungan masyarakat tertentu. Misalkan di jalan raya kamu melihat orang berlalu-lalang, baik yang mengendarai kendaraan bermotor atau para pejalan kaki. Contoh tersebut dikenal sebagai realitas social di masyarakat. Sebagai kumpulan mahluk yang dinamis, kita senantiasa menemukan realitas social dalam masyarakat.

Masyarakat terbentuk karena manusia menggunakan pikiran, perasaan dan keinginannya dalam memberikan reaksi terhadap lingkungannya. Hal ini terjadi karena manusia mempunyai dua kinginan pokok yaitu, keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lainnya dan keinginan untuk menyatu dengan lingkungan alamnya.
Menurut Soerjono Soekanto, merumuskan beberapa ciri masyarakat sebagai berikut:
Ø  Masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama. Tingkatan hidup bersama ini bisa dalam dimulai dari kelompok

Ø  Hidup bersama untuk waktu yang cukup lama. Dalam hidup bersama ini akan terjadi interaksi. Interaksi yang berlangsung terus menerus akan melahirkan sistem interaksi yang akan nampak dalam peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia.

Ø  Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan

Ø  Mereka merupakan satu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.

o   Masyarakat sebagai system social
§  Sistem social
Adalah suatu system yang terdiri dari elemen-elemen social yang terdiri dari ; tindakan social yang dilakukan individu yang berinteraksi satu dengan lainnya dan bersosialisasi sehingga tercipta hubungan-hubungan sosial. Keseluruhan hubungan sosial tersebut membentuk struktur sosial dalam kelompok maupun masyarakat yang akhirnya akan menentukan corak masyarakat tersebut.

§  Struktur social
Struktur sosial mencakup susunan status dan peran yang terdapat di dalam satuan sosial, ditambah nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur interaksi antar status dan peran sosial. Didalam struktur sosial terdapat unsur-unsur sosial, kelompok-kelompok sosial dan lapisan-lapisan sosial. Unsur-unsur sosial terbentuk, berkembang, dan dipelajari oleh individu dalam masyarakat melalui proses sosial. Proses sosial adalah hubungan timbal balik antara bidang-bidang kehidupan dalam masyarakat dan memahami norma-norma yang berlaku.

o   Organisasi Sosial
Organisasi sosial adalah cara-cara perilaku masyarakat yang terorganisir secara sosial. Dengan kata lain, organisasi sosial merupakan jaringan hubungan antar warga masyarakat yang bersangkutan di dalam suatu tempat dan dalam waktu yang relatif lama. Di dalam organisasi sosial terdapat unsur-unsur seperti kelompok dan perkumpulan, lembaga sosal, peranan dan kelas-kelas social.

Kelompok sosial adalah kumplan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Klasifikasi kelompok sosial menurut Robert Bierstedt :
a.       kelompok sosial yang teratur:
a.       in-group dan out-group
In-group adalah kelompok sosial dimana individu mengidentifikasi dirinya dalam kelompok tersebut, biasa disebut dengan ”kita”. Sifat in-group biasanya didasarkan pada faktkor simpati dan kedekatan dengan anggota kelompok. Out-group adalah kelompok yang diartikan oleh individu sebagai lawan in-groupnya, biasanya dikenal dengan “mereka”.

b.      kelompok primer dan sekunder

Menurut Cooley kelompok primer adalah kelompok kecil yang anggotanya memiliki hubungan dekat, personal, dan langgeng, contohnya keluarga. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang lebih besar, bersifat sementara, dibentuk untuk tujuan tertentu dan hubungan antar anggota bersifat impersonal sehingga biasanya tidak langgeng, misalnya, kesebelasan sepak bola.

c.       paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gesselschaft)
Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama yang anggotanya terikat oleh hubungan batin murni dan bersifat alamiah serta kekal. Hubungannya didasari oleh rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang telah ditakdirkan. Bentuk ini dapat ditemui dalam keluarga, kelompok kekerabatan. Paguyuban mempunyai ciri-ciri hubungan akrab, bersifat pribadi dan eklusif.


Menurut Ferdinand Tonnies, di masyarakat selalu dijumpai salah satu dari tiga tipe paguyuban, yaitu :

a.       Paguyuban karena ikatan darah, seperti keluarga, kekerabatan, kesukuan,dan lain-lain.
b.      Paguyuban karena tempat, seperti rukun tetangga, rukun warga, dan lain-lain.
c.       Paguyuban karena pikiran/ideologi, seperti pergerakan mahasiswa, parta politik, dan lain-lain.
Patembayan adalah ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya hanya untuk jangka waktu yang pendek. Patembayan bersifat sebagai suatu bentuk yang ada dalam pikiran belaka,misalnya, ikatan antar pedagang,

d.      kelompok formal dan informal
Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesamanya. Contohnya, birokrasi, perusahaan, negara.
Informal group adalah kelompok yang tidak mempunyai struktur yang pasti, terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang sehingga terjadi pertemuan kepentingan dan pengalaman. Contohnya, klik (ikatan kelompok terdekat atau pertemanan).

e.       Membership group dan Reference group
Membership group adalah suatu kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggotanya. Reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk kepribadian dan perilakunya.

b.      Kelompok sosial yang tidak teratur yaitu, kerumunan dan publik.
Kerumunan (crowd) adalah individu-individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan pada waktu yang bersamaan.
Publik adalah orang-orang yang berkumpul yang mempunyai kesamaan kepentingan. Peranan adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukannya.

o   Dinamika Sosial

Dinamika sosial adalah penelaahan tentang perubahan-perubahan yang terjadi didalam fakta-fakta sosial yang saling berhubungan satu dengan lainnya, meliputi pengendalian sosial, penyimpangan sosial, mobilitas sosial, dan perubahan sosial.

o   Masalah Sosial
Masalah sosial adalah gejala atau fenomena sosial yang tidak sesuai antara apa yang dikehendaki masyarakat dengan apa yang terjadi. Beberapa masalah sosial penting yang sering muncul dalam kehidupan di masyarakat diantaranya; kemiskinan, kejahatan, disorganisas keluarga, masalah remaja, masalah kelainan seksual dan masalah kependudukan.

 

 

 
D.     HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITASSOSIAL BUDAYA
Keterkaitan komponen dalam masyarakat dapat mewujudkan suatu aktivitasmasyarakat yang disebut proses sosial dan dinamika sosial. Dalam hubungan-hubungan tersebut, terdapat fenomena-fenomena sosial sebagai akibat adanya prosessosial yang berlangsung terus-menerus yang melibatkan berbagai komponen dalammasyarakat, baik komponen-komponen alam maupun komponen-komponen social budaya. Hal ini akan mengakibatkan situasi di dalam masyarakat senantisa bergerakdan kait mengkait antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena social yanglain. Berikut ini adalah beberapa contoh hubungan antara fenomena sosial yangsatu dengan fenomena sosial yang lain dalam kehidupan realitas sosial budaya.

1.      Kemiskinan dan Kebodohan
Kemiskinan dan kebodohan merupakan dua fenomena sosial yang berkaitantimbal balik. Artinya, kemiskinan menyebabkan kebodohan, selanjutnya kebodohankembali menyebabkan kembali kemiskinan. Kemiskinan merupakan suatu keadaanseseorang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf denganperkembangan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Akibatnya, orang ini akantertinggal perkembangan kehidupannya dari masyarakat yang lain. Salah satu akibatdari munculnya fenomena kemiskinan ini adalah bahwa orang tidak lagi mampumemenuhi kebutuhan pendidikan, melainkan hanya mampu memenuhi kebutuhanpokok berupa kebutuhan makan dan minum. Sementara dengan tidak terpenuhinyakebutuhan pendidikan dapat menimbulkan kebodohan.Adapun solusi dari kemiskinan dan kebodohan dapat dilakukan dengan upaya-upaya seperti: meningkatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan,meningkatkan mutu pendidikan, memberikan bantuan dana pendidikan danbeasiswa, memberikan bimbingan usaha kecil dan menengah, memberikan bantuanmodal atau kredit dengan bunga yang sangat rendah, dan mengkoordinasikanpemasaran hasil produksi melalui KUD (Koperasi Unit Desa).

2.      Modernisasi dan Kesenjangan Sosial
Modernisasi memang merupakan upaya pembaruan dengan mengubah pola pikirirasional tradisional menjadi pola pikir rasional dan modern. Proses modernisasidapat kita lihat dari meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,serta munculnya industri-industri dan peralatan modern lainnya.Dengan perkembangan industri dan peralatan teknologi yang serba mekanis,pemilik modal akan mempunyai kedudukan yang makin strategis serta memilikiproduktivitas kerja yang meningkat akibat bantuan dari mesin-mesin tersebut. Halini justru telah mengangkat pendapatan masyarakat golongan kaya menjadi lebihtinggi. Sebaliknya golongan bodoh dan miskin justru akan terdesak karenapekerjaannya telah digantikan oleh mesin-mesin. Akibatnya yang terjadi di dalammasyarakat adalah kesenjangan makin tinggi, yaitu yang kaya makin kaya, sedangkanyang miskin menjadi semakin miskin.

3.      Sosialisasi dan Kepribadian
Melalui proses sosialiasi, seorang individu akan mendapatkan banyak hal antaralain: pengetahuan tentang lingkungan alam atau wilayah yang ada di dalammasyarakat, pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku di dalammasyarakat, pengetahuan tentang budaya dan seni yang berkembang dan digemarioleh masyarakat, pengetahuan tentang sub-sub kebudayaan yang dilarang (tabu),dan struktur sosial yang menyangkut kedudukan orang-orang termasuk peranannyadalam tata pergaulan masyarakat tersebut.Melalui proses sosialisasi, seorang individu akan mengetahui banyak hal yangada di dalam masyarakat sehingga dapat berperilaku dengan tepat sesuai dengannilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat tersebut.Proses sosialisasi mempunyai peranan sangat menentukan dalam membentukkepribadian seseorang, karena melalui proses sosialisasi inilah prinsip-prinsip hidupseorang individu akan dibentuk oleh budaya lingkungan tempat hidupnya (social determinism).

4.      Kedudukan dan Peran Sosia
Kedudukan atau status sosial merupakan posisi seseorang di tengah-tengahmasyarakat. Melalui kedudukan inilah, seorang individu akan menjalankanaktivitasnya sesuai dengan kedudukannya itu. Setiap orang mempunyai lebih darisatu kedudukan dan tiap-tiap kedudukan menuntut peranan yang berbeda-beda.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kedudukan dan peran sosialantara lain sebagai berikut. Peran sosial hendaknya dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan kedudukan yang diembannya. Dalam menjalankan kedudukannya, seseorang harus berlandaskan pada nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Apabila peran sosial dapat dilaksanakan dengan baik, hal tersebut dapatmenaikkan kedudukan sosial seseorang (social climbing ). Apabila seseorang tidak dapat menjalankan peranan sosialnya berdasarkankedudukan yang diembannya, maka kedudukan sosialnya menjadi turun (social sinking ).

5.      Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Kebudayaan manusia dihasilkan melalui proses pergaulan dalam masyarakat. Selanjutnya, kebudayaan dipakai dan dipedomani untuk menyelenggarakan kehidupan. Perhatikan bagan berikut ini! Pergaulan antarWarga
Masyarakat Sistem Kebudayaan Masyarakat Membentuk Kepribadian Generasi Baru Bagan masyarakat dan kebudayaan sebagai suatusistem. Tampak dalam bagan bahwa masyarakat dan kebudayaan sungguh-sungguhmerupakan suatu sistem yang terkait sangat erat satu dengan yang lain. Masyarakatsangat dipengaruhi oleh corak budaya yang ditinggalkan generasi terdahulu. Prosesini berlangsung melalui pembentukan kepribadian bagi generasi baru. Selanjutnya,masyarakat yang di dalamnya terdiri dari individu-individu dengan struktur sosialnyaakan melangsungkan suatu proses sosial melalui berbagai bentuk pergaulan hidup.Melalui proses pergaulan hidup inilah, kebudayaan baru dihasilkan sebagai pengem-bangan dan revisi terhadap kebudayaan lama produk generasi terdahulu.

6.      Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Perilaku menyimpang yang ada di dalam masyarakat disebabkan banyak hal,diantaranya karena lemahnya aparat penegak hukum atau karena resesi dan depresi

E.      Fenomena Sosial
Fenomena sosial dapat diartikan sebagai gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang terjadi dan dapat diamati dalam kehidupan sosial.  Salah satu fenomena sosial yang terdapat dalam kehidupan kita sehari-hari adalah adanya masalah-masalah sosial yang timbul baik dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat

o   Kriteria masalah social
§  kriteria utama masalah sosial yaitu tidak adanya persesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial.
§  Jadi, unsur pokok atau utama dari masalah sosial adalah adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dengan kondisi-kondisi nyata kehidupan.

o   Bentuk masalah social
§  Disorganisasi sosial, yakni kekurangan atau kegagalan suatu sistem sosial yang dapat menyebabkan tujuan individu dan kelompok tak dapat terpenuhi, karena faktor-faktor : (a) kurang atau hancurnya saluran komunikasi, (b) konflik nilai-nilai dan kepentingan, dan (c) kekurangan atau kelemahan dalam proses sosialisasi.
§  Penyimpangan tingkah laku dan tindakan dari nilai dan norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.
o   masalah social
§  Kemiskinan
§  Kejahatan
§  Disorganisasi keluarga
§  Masalah Generasi muda
§  Peperangan
§  Pelanggaran norma-norma dlm
§  masyarakat.
§  Masalah kependudukan

BERKOMENTARLAH YANG SANTUN, JANGAN SPAM, AYO BERKOMENTARLAH DISINI. . .

Ditulis Oleh : I Gusti Ngurah Made Ardika ~ Mari Berbagi dan Belajar Bersama

Artikel Sosiologi dalam kehidupan Masyarakat ini diposting oleh I Gusti Ngurah Made Ardika pada hari Friday, January 20, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

0 komentar:

Post a Comment

Mari kita saling berkomentar. Jika kalian suka dengan artikel ini, ayo kita "Share" untuk membagikan informasi ini kepada sobat yang lain agar lebih bermanfaat. Terima kasih, Salam Blogger . . .