Monday, January 16, 2012

Produksi Ekonomi

A.        Produksi
Tidak semua barang yang terdapat disekitar kita merupakan barang jadi, yang siap dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebagian masih berupa bahan mentah yang harus diolah terlebih dahulu menjadi barang jadi sehingga siap digunakan sebagai alat pemenuhan kebutuhan manusia.

1.       Pengertian Produksi Barang dan Jasa
kegiatan menghasilkan suatu barang dan jasa atau kegiatan meningkatkan manfaat suatu barang dan jasa disebut produksi. Orang atau perusahaan yang melakukannya disebut produsen, dan barang (benda dan jasa) yang dihasilkannya disebut hasil produksi atau produk. Sedangkan tempat yang digunakan untuk melakukan kegiatan produksi barang disebut pabrik atau rumah produksi
contoh
a.       kegiatan mengubah kapas menjadi benang, kegiatan mengubah benang menjadi kain dan kegiatan mengubah kain menjadi baju disebut produksi garmen.
b.      kegiatan mananam padi, kemudian dari padi diubah menjadi beras disebut produksi pertanian.
c.       kegiatan menjalankan taksi, kemudian digunakan untuk mengangkut penumpang disebut produksi jasa. untuk dapat melakukan kegiatan produksi, terlebih dahulu harus ada sumber daya. Dalam kegiatan produksi, secara garis besar sumber daya dibedakan menjadi dua yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia.

2.       Faktor Produksi
Istilah faktor produksi diartikan sebagai syarat atau hal yang bisa menentukan suatu proses produksi. Faktor produksi lazimnya dibedakan menjadi 4 macam yaitu faktor produksi alam, faktor produksi tenaga kerja, faktor produksi modal, dan faktor produksi kewirausahaan disebut factor turunan. 

Faktor-faktor Produksi

Jika seseorang ingin membuat layang-layang maka ia perlu bambu untuk membuat kerangkanya, kertas, tali, tenaga, dan keterampilan untuk membuat layang-layang tersebut. Barang-barang yang digunakan untuk membuat layanglayang tersebut dapat pula disebut dengan faktor produksi atau sumber daya ekonomi. Jadi, layang-layang tersebut akan jadi jika barang-barang yang dibutuhkan untuk membuat layang-layang itu tersedia. Begitu juga sebuah perusahaan garmen yang memproduksi pakaian. Agar proses produksi tersebut dapat berjalan dengan lancar maka perusahaan tersebut memerlukan hal-hal berikut ini:
a.      Tanah sebagai tempat berdirinya perusahaan

b.      Mesin jahit, mesin obras, kain, benang, gedung dan sebagainya yang digunakan untuk membuat pakaian

c.       Karyawan yang melaksanakan proses pembuatan pakaian

d.      Orang yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan proses produksi atau biasa disebut dengan pengusaha, pemimpin, atau manajer.

Semua yang disebutkan di atas merupakan faktor-faktor produksi atau
sumber daya ekonomi yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan garmen. Tanpa adanya faktor produksi tersebut maka proses pembuatan pakaian tidak akan dapat berjalan dengan lancar.

Faktor produksi atau sumber daya ekonomi adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang

Pada umumnya faktor-faktor produksi seperti yang telah dicontohkan di atas dapat digolongkan ke dalam empat kelompok, yaitu:

a.      Faktor Produksi Alam (natural resources)
Dalam contoh di atas disebutkan bahwa perusahaan garmen memerlukan tanah sebagai tempat berdirinya perusahaan. Tanah tersebut merupakan contoh faktor produksi alam. Jadi, faktor produksi alam adalah segala sesuatu di alam semesta ini baik yang ada di darat, laut, maupun udara yang digunakan dalam proses produksi. Tanah yang terhampar luas, baik yang ada di atasnya seperti air, udara, tumbuhan, binatang, dan sebagainya, maupun yang ada di dalamnya seperti bebatuan, emas, tembaga, batu bara, timah, dan sebagainya merupakan contoh factor produksi alam. Balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi alam berupa sewa, seperti sewa tanah.

Faktor produksi alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam semesta yang dapat digunakan dalam proses produksi

b.      Faktor produksi tenaga kerja (human resources)
Perusahaan garmen dalam memproduksi pakaian memerlukan karyawan. Karyawan tersebut merupakan contoh faktor produksi tenaga kerja. Jadi, faktor produksi tenaga kerja adalah segala kegiatan jasmani atau rohani manusia yang ditujukan untuk kegiatan produksi. Contoh lain faktor produksi tenaga kerja adalah buruh, mandor, tenaga harian, satpam, kepala bagian, dan sebagainya. Balas jasa yang diterima oleh pemilik factor produksi tenaga kerja adalah upah atau gaji, seperti gaji pegawai, upah buruh, dan sebagainya.

Faktor produksi tenaga kerja adalah segala kegiatan manusia baik jasmani maupun rohani yang dapat digunakan dalam kegiatan proses produksi

Secara garis besar faktor produksi tenaga kerja dibagi ke dalam dua bagian, yaitu:
1)      Tenaga kerja rohaniah, yaitu tenaga kerja yang kegiatannya lebih banyak menggunakan pikiran daripada kekuatan fisik. Tenaga kerja jenis ini dikelompokkan ke dalam tiga bagian, yaitu:
a)      Managerial skill (keterampilan mengelola), yaitu tenaga kerja yang memiliki kemampuan mengelola segala sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya manajer perusahaan, kepala bagian, dan sebagainya.

b)      Technological skill (keterampilan teknologi), yaitu tenaga kerja yang memiliki kemampuan menggunakan dan menerapkan teknologi dalam proses produksi, misalnya teknisi komputer, teknisi mesin, programmer, dan sebagainya.

c)      Organizational skill (keterampilan organisasi), yaitu tenaga kerja yang memiliki kemampuan melakukan pembagian tugas dan tanggung jawab dalam kegiatan proses produksi, misalnya mandor, pengawas, direktur perusahaan, dan sebagainya.

2)      Tenaga kerja jasmaniah, yaitu tenaga kerja yang lebih banyak menggunakan kekuatan fisik dalam melakukan kegiatan proses produksi. Tenaga kerja jenis ini dibedakan ke dalam tiga bagian, yakni:
a)      Tenaga kerja terdidik (skilled labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan khusus sesuai dengan bidangnya terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan proses produksi, misalnya dokter, perawat, insinyur, tenaga pembukuan, dan sebagainya.

b)      Tenaga kerja terlatih (trained labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan latihan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan proses produksi, misalnya juru ketik, montir, sopir, pemahat, tukang ojek, dan sebagainya.


3)      Tenaga kerja tidak terdidik (unskilled labour), yaitu tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan atau latihan dalam melakukan kegiatan proses produksi, misalnya tukang sapu, buruh bangunan, pemulung, penjaga malam, dan sebagainya.

c.       Faktor produksi modal (capital resources)
Dalam contoh di atas juga disebutkan bahwa perusahaan garmen dalam proses produksi memerlukan mesin jahit, mesin obras, dan sebagainya dalam proses produksi. Mesin tersebut termasuk dalam factor produksi modal. Modal yang dimaksudkan di sini tidak hanya terbatas pada uang saja melainkan dapat pula berujud barang-barang yang digunakan dalam proses produksi. Jadi, faktor produksi modal dapat berupa benda atau alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk. Balas jasa atau imbalan yang diterima oleh pemilik faktor produksi modal adalah berupa bunga atau sewa, seperti bunga pinjaman, bunga modal, sewa kendaraan, sewa gedung, dan sebagainya

Modal dapat digolongkan berdasarkan sumbernya, berikutnya didasarkan pemilikan dan berdasarkan sifatnya.

a.       Pembagian modal atas dasar sumber
1)      Modal sendiri, yaitu modal yang berasal dari dalam perusahaan sendiri, misal setoran modal dari pemilik.
2)      Modal asing, yaitu modal yang bersumber dari luar perusahaan, misal pinjaman dari bank atau hasil penjualan obligasi.
b.      Pembagian modal atau dasar bentuk
1)      Modal konkret, yaitu modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi, misal mesin, gedung, mobil dan peralatan.
2)      Modal abstrak, yaitu modal yang tidak memiliki bentuk nyata tetapi mempunyai nilai bagi perusahaan, contoh hak paten, hak merek.
c.       Pembagian modal atas dasar pemilikan
1)      Modal individu (perorangan), yaitu modal yang sumbernya dari perorangan dan hasilnya menjadi sumber pendapatan bagi pemiliknya, misal sewa rumah, bunga tabungan.
2)      Modal masyarakat (umum), yaitu modal yang dimiliki oleh pemerintah dan digunakan untuk kepentingan umum dan digunakan untuk kepentingan umum dalam proses produksi misal pelabuhan, pasar, rumah sakit umum.
d.      Pembagian modal menurut sifat
1)      Modal tetap, yaitu jenis modal yang dapat digunakan secara berulang-ulang, misal mesin, bangunan pabrik.
2)      Modal lancar, yaitu modal yang habis digunakan dalam satu kali proses produksi, misal bahan baku.

Faktor produksi modal adalah semua alat atau benda yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk

Mesin jahit seperti dicontohkan di atas jika berada di perusahaan yang memang memproduksi mesin jahit, maka ia merupakan barang hasil produksi bukan sebagai faktor produksi modal. Akan tetapi jika mesin jahit tersebut dipakai di perusahaan garmen maka ia merupakan faktor produksi modal yang berguna untuk menghasilkan pakaian. Contoh lain faktor produksi modal bagi sebuah perusahaan roti adalah uang tunai, persediaan tepung, mesin pembuat roti, gedung, tanah, kendaraan, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya lihatlah pembagian modal berikut ini.





d.      Faktor produksi kewirausahaan (entrepreneurship resources)
Walaupun sudah tersedia faktor produksi alam, tenaga kerja, dan modal, namun hal itu tidaklah menjamin bahwa proses produksi dapat berjalan dengan efektif dan efisien tanpa adanya kemampuan pengusaha untuk mengelola faktor-faktor produksi tersebut secara baik. Kemampuan untuk mengelola dan mengkombinasikan faktor produksi alam, tenaga kerja, dan modal tersebut biasanya dinamakan kewirausahaan (entrepreneurship). Imbalan atau balas jasa yang diterima oleh orang yang memiliki faktor produksi kewirausahaan adalah berupa laba/rugi atau gaji.

Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengelola dengan baik faktor produksi alam, tenaga kerja, dan modal, sehingga proses produksi dapat berjalan dengan efektif dan efisien

Definisi di atas dapat diuraikan bahwa seorang wirausaha atau orang yang memiliki jiwa wirausaha akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1)      Ulet dan tidak mudah putus asa
Seorang wirausaha juga memiliki keuletan atau kegigihan dalam berusaha. Ia tidak akan berhenti dan puas begitu saja sebelum mencapai hasil yang diinginkannya. Segala hambatan yang dihadapi dianggap sebagai tantangan yang harus dihadapi dan ia percaya bahwa dengan kegigihan tersebut ia akan mampu mengatasi semua hambatan yang dihadapi. Seandainya ia menghadapi kegagalan dalam berusaha, ia tidak mudah putus asa tetapi kegagalan tersebut dijadikan sebagai pemicu untuk berusaha lebih keras lagi. Dengan modal inilah maka pada saatnya nanti ia akan menjadi seorang wirausaha yang sukses.

2)      Berani mengambil risiko
Setiap usaha selalu mengandung risiko mulai dari yang paling berat, seperti bangkrut atau rugi, maupun yang ringan seperti impas. Namun demikian seorang wirausaha harus mampu memperhitungkan risiko yang akan ditanggungnya, bahkan ia juga mampu mengendalikan risiko tersebut dalam arti dengan daya upaya yang gigih mampu menghindari risiko tersebut. Jadi, keberanian mengambil risiko tersebut bukanlah tanpa perhitungan, tetapi mampu memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi sehingga sedapat mungkin mampu menghindarkan diri dari risiko kerugian tersebut.

3)      Memiliki rasa percaya diri yang tinggi
Rasa percaya diri menjadi sangat penting jika seseorang akan melangkah lebih jauh. Tanpa rasa percaya diri seorang akan ragu dan canggung dalam melangkah dan hal ini dapat berakibat fatal bagi usahanya. Rasa percaya diri yang tinggi akan mampu memberikan motivasi untuk bekerja lebih giat. Jadi, modal utama keberhasilan seorang wirausaha adalah memiliki rasa percaya akan kemampuan dirinya dan tidak terlalu banyak bergantung kepada orang atau pihak lain. Untuk memperoleh rasa percaya diri yang tinggi tersebut seseorang harus memiliki pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang memadai. Tanpa bekal ini tidak mungkin seseorang dapat tumbuh rasa percaya dirinya, yang ada hanyalah rasa keberanian yang tanpa perhitungan. Untuk itu agar rasa percaya diri tersebut tumbuh maka ia harus banyak belajar, memiliki banyak pengalaman, dan memiliki pergaulan yang luas.

4)      Bersifat kreatif dan inovatif
Kreatif artinya kemampuan untuk berkarya dan berdaya cipta yang tinggi. Artinya dalam bekerja mampu menunjukkan ciri tersendiri atau berbeda dari biasanya, prestasinya juga lebih baik daripada yang lain. Sedangkan inovatif artinya kemampuan untuk selalu mencari sesuatu penemuan yang baru dan tidak bersifat latah atau ikut-ikutan.

5)      Berorientasi ke depan
Yang dimaksudkan berorientasi ke depan adalah segala tindakan yang dilakukan sekarang selalu diarahkan untuk mencapai hasil yang tinggi di kemudian hari. Setiap langkah yang dilakukan saat ini akan diperhitungkan dampak dan akibat yang ditimbulkannya untuk masa-masa yang akan datang. Misalnya seorang pengusaha yang rugi, jika ia seorang wirausahawan sejati, ia tidak akan terus-menerus meratapi kerugian yang telah dihadapinya tersebut, sebaliknya ia akan melihat ke depan bahwa peluang untuk meraih keuntungan yang lebih besar masih selalu terbuka. Kerugian yang dialaminya tersebut akan dijadikan sebagai pengalaman agar tidak terulang di kemudian hari. Jadi, kerugian tersebut akan dijadikan sebagai pemicu untuk meraih keberhasilan di masa yang akan datang.

6)      Memiliki kemampuan memimpin
Seorang wirausaha haruslah mampu menjadi atasan yang bertanggung jawab terhadap segala tugas, mampu melakukan pembagian tugas, mampu mengarahkan bawahan, mampu menjadi teladan bagi bawahannya, mampu membuat perencanaan sekaligus pengawasannya, dan sebagainya. Melihat ciri-ciri dan karakteristik di atas, dapat dikatakan bahwa faktor produksi kewirausahaan merupakan faktor produksi yang sangat penting karena tanpa adanya kemampuan kewirausahaan ini maka faktorfaktor produksi yang lainnya tidaklah begitu berarti dalam proses produksi. Walaupun demikian dalam sebuah proses produksi keseluruhan factor produksi itu memiliki kedudukan yang sama pentingnya, semuanya saling melengkapi. Jika salah satu faktor produksi tersebut ada yang kurang maka proses produksi tidak akan dapat berjalan. Karena itu dalam mendirikan sebuah perusahaan perlu diperhatikan ketersediaan semua faktor produksi yang dibutuhkan tersebut.

Fungsi Produksi

Fungsi yang menunjukkan hubungan fungsional antara tingkat/kombinasi penggunaan input dengan tingkat output per satuan waktu. Secara matematis dirumuskan :



Rounded Rectangle: Q = f ( X1, X2, X3, …… Xn), 


Dimana :
Q adalah tingkat output yang diproduksi.
X1, X2 …… Xn adalah berbagai jumlah input (faktor produksi) yang digunakan.
atau:
Rounded Rectangle: Q = f (R, L, C, T) 


dimana:
Q = QUANTITY = barang yang dihasilkan
F = FUNCTION = fungsi persamaan (simbol)
R = RESOURCE = kekayaan alam
L = LABOUR = tenaga kerja
C = CONTROL = modal
T = TECHNOLOGY = teknologi




BAB III
PENUTUP
A.   Evaluasi

1.      Apa yang dimaksud dengan Pengertian Produksi?

Jawaban:

Pengertian produksi dapat diartikan sebagai usaha untuk menciptakan atau menambah fedah ekonomi suatu benda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan orang, badan usaha, atau organisasi yang menghasilkan barang dan jasa disebut produsen.

Contoh sederhana dari kegiatan produksi  adalah produksi ikan asin. Di mana kegiatan produksi ikan asin dimulai dari menangkap ikan, menjemur ikan, pengasinan ikan, sampai dengan mengangkut dan memperdagangkan ikan. Contoh lain dari kegiatan produksi  seperti pekerjaan akuntan, pekerjaan guru, dokter, penasehat hukum.

2.      Apa Tujuan Yang hendak dicapai dari Produksi?

Jawaban:
Tujuan dari produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam usaha mencapai kemakmuran. Kemakmuran akan tercapai bila konsumen memiliki daya beli yang cukup tinggi dan barang/jasa yang diperlukan tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan.

3.      Bagaimana Proses Produksi berlangsung?

Jawaban:
Di dalam suatu proses produksi ada hal-hal yang harus diperhatikan, diantaranya:
·         komposisi input yang bagaimana yang harus digunakan? bagaimana proses produksi berlangsung agar tingkat produksi maksimal?
·         komposisi input yang bagaimana yang harus digunakan? bagaimana proses produksi dilaksanakan agar biaya produksi serendah mungkin?


4.      Input Proses Produksi meliputi apa saja?

Jawaban:
Input dari proses produksi mencakup Faktor-faktor Produksi, di mana pembagian dari faktor-faktor produksi dapat ditampilkan dalam bagan di bawah ini:
Faktor produksi asli adalah faktor produksi yang tidak dapat diperbaharui dan sudah tersedia.
Faktor produksi turunan adalah hasil penggabungan dari faktor produksi asli yang merupakan perkembangan kebudayaan dan pengetahuan manusia.


Jenis Produksi
Dari beberapa jenis kegiatan produksi terbagi atas beberapa bidang usaha, tingkatan produksi dan sudut pentahapannya, ini dapat dilihat dalam skema berikut ini:

5.      Apa yang dimaksud dengan Teori Produksi?

Jawaban:
Yang dimaksud dengan teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya.
Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal:
1.      produksi jangka pendek, yaitu bila sebagian faktor produksi jumlahnya tetap dan yang lainnya berubah (misalnya jumlah modal tetap, sedangkan tenaga kerja berubah).
2.      produksi jangka panjang, yaitu semua faktor produksi dapat berubah dan ditambah sesuai kebutuhan.
6.      Apa yang dimaksud dengan Teori nilai guna yang makin menurun?

Jawaban:

Di dalam teori produksi jangka pendek dikenal hukum hasil lebih yang semakin berkurang (the law of diminishing marginal return), yaitu bila jumlah tenaga kerja ditambah terus sedangkan lahan pertanian tidak bertambah, pada tahap awal nilai tambah produksinya mengalami kenaikan tetapi pada tahap akhir nilai tambahan produksinya mencapai negatif.
Contoh: Seorang petani memiliki 1 ha lahan pertanian, pada awalnya ia mengerjakannya sendiri. Karena ia mempunyai 2 orang anak, maka lahan yang dia miliki dia bagi dengan anak-anaknya. Jumlah pekerja yang mengerjakan lahan itu memang bertambah, tetapi hasil yang diperolehpun harus dibagi dengan ke-2 anaknya itu. Demikian seterusnya, bila si anak memiliki anak lagi (yang berarti cucunya), maka harus berbagi lagi dengan cucunya, begitu seterusnya.







DAFTAR PUSTAKA


Saukah, Ali, dkk. 2007. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang: UM Press.

Widyartono, Didin. 2008. Kaidah-Kaidah Menulis. Malang: Indus Nesus Private.

Wikipedia.2009. Perilaku Produsen,(Online),(http://wikipediafoundation.org/,diakses 23 November 2009).

Wikipedia.2009. Produsen,(Online),(http://wikipedia.org/wiki/Planet,diakses 23 November 2009).

Wikipedia.2009.Produksi,(Online),(http://id.wikipedia.org/Bulan_%28satelit%29,diakses 23 November 2009).

BERKOMENTARLAH YANG SANTUN, JANGAN SPAM, AYO BERKOMENTARLAH DISINI. . .

Ditulis Oleh : I Gusti Ngurah Made Ardika ~ Mari Berbagi dan Belajar Bersama

Artikel Produksi Ekonomi ini diposting oleh I Gusti Ngurah Made Ardika pada hari Monday, January 16, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

0 komentar:

Post a Comment

Mari kita saling berkomentar. Jika kalian suka dengan artikel ini, ayo kita "Share" untuk membagikan informasi ini kepada sobat yang lain agar lebih bermanfaat. Terima kasih, Salam Blogger . . .