Tuesday, July 17, 2012

lilin pada kulit buah apel

Terpikir dibenakku, mau aku share diblog ah tentang fenomena buah apel ini.Sebab hal ini saya alami sendiri dan memang ingin berbagi pengalaman kepada kalian semua

Kesegaran buah dapat dijaga dengan mengurangi tingkat transfer gas dan dengan  mengendalikan faktor-faktor seperti komposisi gas pada buah (oksigen, karbon dioksida dan etilen), gas-gas disekitar buah, permeabilitas uap air, suhu, kelembababan relatif dan cahaya. Edible film and coating merupakan semi permeable barrier yang dapat menjaga kualitas makanan. Coating ini biodegradable (dapat hancur secara biologis) dan fisiknya menangkap karbondioksida yang berada di dalam buah, menyegel pori-pori serta mengurangi pertukaran gas yang terjadi melalui kulit buah.
Beberapa contoh bahan pengawet pada pelapis kulit buah antara lain terbuat dari gliserol, kolagen, galaktomannans dan whey protein concentrate (berisi ascorbic acid ditambah dengan CaCl2). Lapisan film pada buah yang dapat dimakan tersebut, bukan berasal dari produk sintetis (bahan kimia buatan) tetapi antara lain terdiri atas tiga jenis bahan biologis yaitu polisakarida, protein dan lipida yang aman untuk dikonsumsi.

Benarkah kilap apel itu karena lilin dan berbahaya bagi manusia? Berikut penjelasannya:

Apabila kita sedang berada di kebun apel, coba petik satu apel langsung dari pohon lalu gosokan apel tersebut pada baju kita (atau pada kain). Lihat apa yang terjadi, perhatikan bahwa apel tersebut menjadi mengkilap bukan? padahal cara yang sama bila kita lakukan pada mangga, jeruk, dan dukun tidak akan membuat kulit buah-buahan tersebut menjadi mengkilap. Kalau kilap apel bukan terjadi karena gosokan kain lalu darimana kilap tersebut? Ternyata kilap tersebut adalah dari kulit apel itu sendiri yang memang mengandung lilin yang lalu karena digosok maka mengkilapkan kulit apel.

Mengapa Kulit Apel Mengandung Lilin?
ternyata lilin tersebut berguna untuk melindung kadar air yang memang banyak didalam buah apel. Tanpa lilin maka buah dan sayuran akan kehilangan kelembaban dan kadar airnya akan terus keluar dari pori-pori kulit apel sehingga lama kelamaan buah tersebut menjadi lembek dan kering.


Setelah dipanen maka apel dicuci dan dibersihkan dengan cara disikat untuk membuang segala kotoran yang menempel pada kulitnya dimana tentu proses ini akan menghilangkan lapisan lilin natural tersebut. Untuk tetap menjaga kesegaran apel maka pengemas apel pasti akan melakukan pemolesan lilin kembali pada apel tersebut. Namun lilin tersebut bukanlah sembarang lilin seperti yang kita temukan seperti lilin penerang, lilin pemoles kendaraan dan lain-lain. Lilin yang digunakan adalah commercial grade wax atau food grade wax. Dimana sekitar setengah kilogram lilin dapat digunakan untuk memoles sampai sekitar 160.000 buah atau sekitar 2 tetes lilin sudah cukup untuk melapisi 1 apel.


Pelapisan dengan lilin pada buah dan sayuran telah dilakukan sejak 1920. Dimana bahan dari lilin tersebut terbuat bukan dari proses kimiawi melainkan dari bahan alami seperti Carnauba Wax, daun Palem Brasil, Candellia Wax, dari tanaman sejenis Euphorbia, Shellac jenis food grade yang terbuat dari sejenis kumbang di India dan Pakistan. Bahan lilin tersebut juga yang dibuat untuk melapisi permen dan roti-rotian. Anda sering melihat batang coklat berwarna mengkilap bukan? Itu juga bisa karena dilapisi lilin ini. Kini anda tahu mengapa batang coklat akan melumat di mulut tapi tidak lumer di tangan.


Di amerika bahan lilin tersebut harus disertifikasi keamananan (untuk dikonsumsi) oleh badan yang khusus mengurusi konsumsi yaitu FDA (Food and Drug Administration).


Lilin komersial ini tidak mudah dihilangkan karena tetap melekat setelah buah dibersihkan tapi kalau diinginkan dapat dibersihkan dengan cara digosok dengan sikat, untuk sayuran pada air hangat-hangat kuku. Menghilangkan lilin dengan mencuci dengan detergen sangat tidak dianjurkan.


Kini kita tahu bahwa memang benar apel dilapisi lilin, tetapi dari jenis yang aman untuk dikonsumsi. Dengan demikian peringatan yang berkesan paranoid bahwa lapisan pada apel berbahaya dapat dikatakan sebagai "Hoax" belaka.


Walau demikian sepertinya tetap perlu berhati-hati bila membeli buah dari daerah yang melakukan pemolesan lilin menggunakan bahan yang berbahaya (bukan food grade), untuk itu lebih baik pastikan anda selalu hanya memilih buah dari tempat yang sudah terkenal kebersihannya. Mungkin yang perlu diperhatikan adalah yang dari negara asal China, karena ada beberapa bukti bahwa makanan dari China diproses dengan cara yang tidak mengutamakan kesehatan bahkan berbahaya bila banyak dikonsumsi oleh manusia.


"Informasi ini disampaikan agar meluruskan sesuatu yang terkesan sebagai paranoia tanpa alasan dan tanpa maksud membela suatu pihak tertentu. Semoga informasi ini tidak salah. Apabila anda ada masukan atau tambahan informasi untuk lebih meluruskan mengenai ini silakan sampaikan".


Oke sob, bisa kita diambil garis bawah bahwa ternyata lilin pada kulit buah apel itu tidaklah berbahaya, namun kita harus tetap waspada.
 

BERKOMENTARLAH YANG SANTUN, JANGAN SPAM, AYO BERKOMENTARLAH DISINI. . .

Ditulis Oleh : I Gusti Ngurah Made Ardika ~ Mari Berbagi dan Belajar Bersama

Artikel lilin pada kulit buah apel ini diposting oleh I Gusti Ngurah Made Ardika pada hari Tuesday, July 17, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

6 komentar:

okeh masbro, terimakasih atas kunjungannya

wahhhh belum ada info baru ya sobat......

maklum gan ane banyak acara di rumah

Berkunjung Sobaattt... (y)

Komentar Balik Ditunggu (y)

Post a Comment

Mari kita saling berkomentar. Jika kalian suka dengan artikel ini, ayo kita "Share" untuk membagikan informasi ini kepada sobat yang lain agar lebih bermanfaat. Terima kasih, Salam Blogger . . .